Puisi: Jam Dinding yang Gelisah – Wannofri Samry

Wannofri Samry

jam dinding melirik ke jendela, detik-detik terasa pukulan memekakkan
jarum pendek yang bergerak lambat tiba-tiba ingin lebih cepat
sekonde ingin behenti karena ia menghela jarum-jarum yang besar bertahun, berabad “akulah budak,” katanya

jam dinding terasa punya darah. kacanya mau pecah
dan ingin menimpa seseorang dungu yang tidur di bawahnya
jarum-jarum itu berdoa agar ia bebas dan bermain di lantai

“bergeraklah”, katanya

seorang raja, si dungu bebal yang dicerca, begitu pucat wajahnya
mendengar dongeng seorang pujangga.

Padang, 2007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *