Puisi: Karam – Ajamuddin Tifani (1951-2002)

Ajamuddin Tifani (1951-2002) 

aku ingat kamu, sebab, bukanlah laut namanya
jika kau tak membiarkan perahu berkaraman

pada lenguh-lunglaiku, pada puncak ketinggian
aku kenang biru jubahmu
yang menjelma gelombang laut, tempat kapalku yang fana
menemukan kekaramannya yang baka

subuh hari kita berjumpa di pantai
kau serahkan itu padaku
“jadilah gelombang, karang, pasir, pantai, jadilah
jadilah riak, badai, camar, gua-gua di dasarnya, jadilah
jadilah ikan, cakrawala, jadilah laut,” ucapmu basah

tapi, adakah kau ingat aku saat ini, sebab,
bukan laut namanya, jika aku tak membiarkan perahumu
karam di tengahnya

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *