Puisi: Sebenarnya – Husnizar Hood

Husnizar Hood

Sebenarnya
Sudah lama ingin aku hentikan cerita ini
Dari seteguk pertama ke tujuh gelas yang sudah
Kenapa kalian saja yang mabuk
Telah kalian muntahkan bau busuk
Menjadi air pasang bani
Dan membanjiri kamar pengantin
Yang tak sempat bersetubuh di malam pertama
Mungkin ada satu babak lagi yang belum tuntas
Adegan-adegan sama
Dialog-dialog serupa
Dan ketawa yang dipaksakan
Agar lebih nyaring dan lemak
Seperti pengkhianatan Raja pada Tuah
Pengkhianatan Jebat pada Raja
Pengkhianatan Tuah pada Jebat
Atau pengkhianatan aku pada hatimu
Hanya karena
Kalian terlalu bernafsu bertempik sorak
Bersorai melihat darah melihat badik melihat air
Mata dan kematian menjadi iklan

Sebenarnya
Sudah lama ingin aku hentikan cerita ini
Masih pada warna yang sama
Dari tirai yang melatari tempat percintaan
Dengan gelap yang aku bakar
Maka kosongkanlah ruang itu
Dan tinggalkan
Lintang pukang bangku-bangku yang belak
Tirai biru langit warna awan yang turun
Dan naskah-naskah tulisan tangan pun
Tak mungkin dapat kita baca lagi
Seseorang telah berteriak “berhenti!”
Sebenarnya tanpa tamat pun akan terselesaikan cerita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *