Puisi: Ia Tidak Bersedia – Ikranagara

Ikranagara

Terpejam matanya
Oleh terik matahari
Dari seberang depan

Sedianya
Udara pagi ini dihirupnya hati-hati
Agar tak mengganggu
Burung pipit yang menjemur sayap
Antara kelopak-kelopak bunga
Sisa embun terakhir
Telah jadi uap wangi dalam rona pagi hari
Ketika tiba-tiba
Terdengar ciut melengking suara tembakan
Hampir saja menyebabkan telinganya cabik-cabik

Pastilah ini bukan lelucon
Sebab peperangan memang sedang berkecamuk
Tetes-tetes keringat satu-satu jatuh dari ujung dagunya
Sebab peperangan memang tidak punya rasa humor
Bahkan tidak punya rasa apa-apa
Apalagi yang bernama harapan
Jangan berharap apa-apa, duh diriku
Tempat persembunyian ini telah ketahuan

Ia pun menunduk
Menyapa bumi tempatknya berpijak: Jawablah
Apakah benar aku telah berkhianat
Karena akhirnya aku jadi pengecut
Tidak lagi bersedia ikut dalam saling bunuh membunuh

Dan ia telah melarikan diri dari peperangan
Ketika disadarinya
Tinggal secuil kecil hati nurani
Yang masih tersisa
Dimilikinya diam-diam ketika menggeliat korban-korban
Lalu kaku mati di rumputan hijau muda
Dan ia tidak bersedia lagi
Membiarkan sisa secuil kecil itu
Dibakar dalam api yang muncerat dari mulut senjata
Dan ia telah melarikan diri dari peperangan
Ke dalam sembunyi
Ke dalam sunyi
Bersahabat denagn suara bisik-bisik kecil
Serangga yang berderet-deret merayapi tumitnya
Dipatuk burung pipit
Yang beterbangan dari pohon-pohon bunga
Di belukar

Ketika bunga sedang wangi pagi hari
Matahari dari seberang depan
Telah menyebabkan matanya terpejam
Ketika sebuah granat meledak
Menghanguskan persembunyiannya

Sekawan kupu-kupu
Mengerubung di seputar jari-jari tangannya
Ketika dari sela-selanya menjenguk kuntum-kuntum bunga
Kelopaknya berbintik-bintik erah oleh darah
Sedang ia amat diam
Menelungkupi perut bumi yang lembab
Tampak sebuah keakraban
Sedang berbisik-bisikkah ia
Dalam jelujur angin dari belukar
Alangkah wanginga percintaan pagi ini
Jalin menjalin
Ia dan tanah dan air.

1969

Sumber: Horison, No. 3/Tahun V, Maret 1970.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *