Puisi: Di Makam Amir Hamzah – Cecep Syamsul Hari

Cecep Syamsul Hari

Di bawah kubah majid Azizi
Perawan berhijab elok sekali
Masa silam kawan abadi
Kau setia menimang sunyi

Senyum perawan cantik rupawan
Langit Langkat mengandung awan
Di lengkung pusara para sultan
Pujangga besar dikurung rumputan

Langit Langkat ditikai gerimis
Burung gereja mencari sarang
Di ujung utara nisan gerigis
Aku tenggelam mengenang Tuan

Burung gereja basah sayapnya
Pedagang keliling khusuj shalatnya
Mencinta mendendam tiada usainya
Kudengar suaramu duka seluruhnya

Si pedagang membaca doa
Penjaga kubur menunggu derma
Pohon kamboja di ujung sana
Jadilah batas sorga dan dunia

Penjaga kubur kerabat sultan
Modin masjid sepanjang zaman
Lembut kau ulurkan tangan
Hatiku semesta kemurungan

Modin ramah mengantar pulang
Daun sehelai dalam sepatu
Pertemuan ini selalu akan kukenang
Kekasih yang rindu direnggut waktu

Daun sehelai fatihah setangkai
Cahaya senja menuju laut
Dua penyair di hujan rinai
Akan bertemu di seberang maut.

2000

Sumber: Perahu Berlayar Sampai Bintang (Kiblat Buku Utama, Bandung, 2009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *