Puisi: Drama Tengah Malam – Faisal Kamandobat

Faisal Kamandobat

Lihat, bagaimana aku menjadi hantu:
Untuk menjelajahi bumi dan langit,
Jiwaku mesti mengendalikan
Jasa ketakutanku.
Kukenakan jubah putih
Sebagai sayap, sekaligus tanda
Aku berasal dari alam setengah abadi.
Seperti angin, wajahku penuh lamunan;
Aku menghuni dunia yang hampir mustahil,
Dan dari sanalah aku datang padamu.

Aku suka berdiam di pohon-pohon
Yang lebih besar dari pikiran manusia;
Atau berkemah di tanah-tanah kosong,
Rumah-rumah kosong, jiwa-jiwa kosong.
Seperti malam kelam tanpa batas,
Tanah airku segala yang membuat
Manusia merasa kecil dan terpencil.

Panggil aku dengan mantra dan sesaji!
Kutuk aku dengan mantra dan sesaji!
Aku ratu khayali, antara ada dan tiada,
Menguasai jagad sempit dan sementara
Kejayaan manusia.

Lakon yang kuperankan usai sudah.
Saatnya kakiku menginjak tanah,
Turun dari ranjang kecil kamarku.

2012

Sumber: Kompas, 4 November 2012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *