Puisi: Ketika Mendengar Tangis – Piek Ardijanto Soeprijadi (1929-2001)

Piek Ardijanto Soeprijadi (1929-2001)

kaudengarkah tangis bocah itu sejak tadi
suaranya menebari desa sunyi
merambati bibirbibir air sepi
mungkin ibunya ke pasar kota belum kembali

ajaklah kemari kita bawa nembang gambang suling
di tepi rawa pening begini hening
sementara dari dangau kita menghalau gelatik dan pipit peking
yang mau neba merusak bulir-bulir padi mulai menguning

jiwanya kan terajun tembang kita
raganya kan terselimuti udara begini segarnya
pasti sebentar saja dia pulas di sini
meski jarumjarum mentari lepas menusuki kulit bumi

biarkan dia mendengkur tetap di pangkuanmu
sementara kita terus berlagu
barangkali dia kan mekarkan mimpinya yang indah
tentang dunianya yang sumringah

Sumber: Lagu Bening dari Rawa Pening (Guning) (Tiga Serangkai, Solo; 1984)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *