Puisi: Pembiak Kata – Ferdi Afrar

Ferdi Afrar

sepertimu kami memilah kata.
pada parasnya, pada garing nyaring
suaranya,
pada kemolekan dan kesintalan dagingnya.
kami jejerkan, kami luruskan, agar tak ada
yang mencong atau bengkong.
kami letakkan kata pada tempat
yang membuatnya bahagia.

kami kesepian, memutar nasib
seperti mengulangi percobaan bunuh diri.
sepanjang hari gentar memutar gasing di
punggung. kami letih dan mendamparkan tubuh
di garasi.
di atas meja, di temaram cahaya,
kami bersendempel pada kata.

tiba pada gelap
kami bermalam pada lamunan
yang membuat kami terasa akrab.
berdua melompat-akrobat di celah kalimat.
melawan gigil jam dan rayuan bantal.
menapaki puncak paling sunyi.
ke negeri asing paling gaib,
yang belum pernah kami temui.
Bersamanya kami berkelana mesra
Hingga subuh bercahaya.

2012

Sumber: Kompas, Minggu, 29 Juli 2012

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *