Puisi: Stasiun Tanah Abang – Sjahril A. Latif

Sjahril A. Latif
Stasiun Tanah Abang

Ketika ditangkupkan tudung senja
Hidup mulai mengalir perlahan-lahan
Antara gerbong senja dan rel-rel bersilang
Stasion Tanah Abang

Kelam dan sunyi pasar belakang
Gubuk-gubuk darurat, deretan warung
Bertenda bambu anyaman
Membersit bisu cahaya lampu
Dan musik dan lagu
Dan tawa perempuan malam
Di atas meja ada bunga kertas ungu

Kereta api yang letih
Melengkingkan seruling perintah
Memuntahkan penumpang yang letih
Di bawah neon-neon stasion yang putih
Dunia terbangun seketika:
Dunia yang letih.

1966

Sumber: Horison, No. 12, Tahun IV, Desember 1966.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *