Puisi: Membaca Batu – Ulfatin Ch.

Ulfatin Ch.

Akhirnya, wajah kita yang menunduk
membaca batu-batu di sepanjang jalan itu.
Dingin udara malam melangkahkan kaki kita
berputar-putar seperti piringan hitam
Tapi tak juga sampai pada kata
pada nada terkemas yang mendendangkan lagu
Mestinya Tuhan menciptakan kita bahagia, katamu
tapi, angin yang kesiur hanya menjawab rindu

2009

 

Sumber: Kata Hujan (Interlude, Yogyakarta, 2013)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *