Puisi: Bahasa, Bangsa – Muhammad Yamin (1903-1962)

Muhammad Yamin (1903-1962)
Bahasa, Bangsa

Was du ererbt von deinen Vatern,
Erwirb es um es zu besitzen.
Goethe

Selagi kecil berusia muda
Tidur si anak di pangkuan bunda,
Ibu bernyanyi, lagu dan dendang
Memuji si anak banyaknya sedang;

Berbuai sayang malam dan siang
Buaian tergantung di tanah moyang.
Terlahir di bangsa, berbahasa sendiri
Diapit keluarga kanan dan kiri.

Besar budiman di tanah Melayu
Berduka suka, sertakan sayu;
Perasaan serikat menjadi berpadu,
Dalam bahhasanya, permai merdu.

Meratap menangis bersuka raya
Dalam bahagia bala dan baya;
Bernapas kita pemanjangkan nyawa,
Dalam bahasa sambungan jiwa,
Di mana Sumatera, di situ bangsa,
Di mana Perca, di sana bahasa.

Andalasku sayang, jana-bejana,
Sejakkan kecil muda teruna,
Sampai mati berkalang tanah
Lupa ke bahasa, tiadakan pernah,
Ingat pemuda, Sumatera malang
Tiada bahasa, bangsa pun hilang

Sumber: Jong Sumatra Februari 1921

 

One thought on “Puisi: Bahasa, Bangsa – Muhammad Yamin (1903-1962)

Tinggalkan Balasan ke Haru biru Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *