Puisi: Pantun – Soeparwata Wiraatmadja (l. 1938)

Soeparwata Wiraatmadja (l. 1938)
Pantun

Bagai mawar, mawar yang merah
dipetik puisi di kuntum pagi
Bagai puisi, puisi indah
dipetik hidup di pucuk belati

Bagai puisi, puisi indah
dipetik hidup di pucuk belati
Bagai bocah, bocah bermadah
lupa diri menyusur di lorong mati

Bagai bocah, bocah bermadah
lupa diri menyusur di lorong mati
Bagai diri, diri gelisah
lupa mati menulis puisi

Sumber: Kidung Keramahan lewat Angkatan 66 (Pustaka Jaya, 1968)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *