Puisi: Surat untuk Mirat – Irvan Syahril (l. 1997)

Irvan Syahril (l. 1997)
Surat Untuk Mirat

Dalam surat ini ada sebuah sore dengan angin yang lelah
menghindari kita, dan ombak yang hampir putus asa
kepada pantai. Cilincing adalah takdir yang menautkan
kita dari resah ke resah soal jeda, jarak dan waktu.

Aku tak tahu selanjutnya bagaimana nasib cinta sembarang
tumbuh ini. Mungkin aku perahu yang kosong di tengah itu.
Mungkin dermaga kayu menanti tertambatnya perahu
di sisi-sisi kesepianku. Mungkin sore yang sayu ini.

Mirat, cinta kerap berbenturan dengan apa yang kita yakini,
tak seirama dengan waktu. Tapi kini aku mengerti bagaimana
kesedihan tak terpisah dari cinta. Mencintaimu artinya aku
seperti pantai ini yang mengulang kehilangan jejak sekali lagi.

2018

Sumber: buruan.co, 30 Januari 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *