Puisi: Karantina, Cintaku – Binhad Nurrohmat (l. 1976)

Binhad Nurrohmat
Karantina, Cintaku

: istri

Tak ada dosa jatuh di kota kita
sekeras ledakan bom perang besar.

Dari balik jendela kita menatap hujan
serta memandang wajah kita di kaca.

Tuhan ingin kita lebih lama bercinta
dan menikmati kemalasan di ranjang.

Kita hitung angka kematian di televisi
melaju dari seluruh penjuru dunia.

Di meja makan kita membincang wabah
yang meredam bahak banyak orang.

Di balik selimut berkabung sekujur kita
setelah mereda bisikan dan cumbu.

Kita bagai sepasang ketakutan, Cintaku
dan dunia tak bisa serupa dulu terasa.

/Binhad Nurrohmat

Sumber: FB Binhad Nurrohmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *