Puisi: Ode untuk Para Penyair I – Malkan Junaidi

Malkan Junaidi
Ode untuk Para Penyair I

binatang yang selalu berkelit dari lagu-lagu yang usang
membidikkan pandangan lapar akan wajah-wajah yang asing
pada waktu yang menghela kereta-kereta sejarahnya
meninggalkan jurang-jurang kenangan yang terpekur
di antara bukit-bukit bangkai peristiwa
berjubah kata-kata yang berisik
ia reguk duka sederhana yang tak pernah
dapat dicerna oleh otak-otak yang pengantuk

membentang
di bawah hujan meteor dan musik yang gusar
jagat tinta yang membara
planet-planet ucapan mendadak dengan
satelit-satelit tanda tanyanya
rumah-rumah kaca dan kekacauan pikiran yang diwadahinya
ruang inkubasi
ladang-ladang ide yang mustahil dipanen
dan juga semua yang pernah memperkenalkan dirinya sebagai
unek-unek malam yang dipaparkan dengan gamblang oleh sang matahari

seperti tak merasakan lepuh dan memar di sekujur tubuhnya
binatang itu terus memanjati tebing-tebing cahaya
menggerayangi udara yang terbakar dan
membenturkan dirinya ke sebuah tembok
tanpa dapat memetik anggur emas yang
dijanjikannya sanggup melipur mata yang dahaga
hanya seuntai keluh yang menggelikan

mari kita terima saja dengan tulus
kenyataan kita tidaklah lebih dari seekor manusia

2006

Sumber: Kemudian.com, 15 November 2011

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *