Puisi: Sekali Lagi di Surabaya – Sajak Kangkung -Husen Mulahele (1944-1988)

Husen Mulahele (1944-1988)
Sekali Lagi di Surabaya – Sajak Kangkung

Sambil dua perahu
terguling dari matamu,
putus tali layarnya
yang kau sangkutkan pada hatiku.
Kau berdesah: “Siapakah abang
mentetaskanku dalam kesunyian?”

Adalah dua haru
merayapi batang waru.
Risihmu dan Surabaya
mengguntinggunting pada hatiku.
Kita tersenang
sebelum direnggut dari anganangan.
Kau berkata: “Selamat pagi.”
Sementara pelukan tak bisa jadi
di antara ratusan orang yang sibuk termangu
di kursikursi panjang, menunggu,
sedikit gagu.
Apa gunanya di airport ini
kita merindukan kemanisan
sambil dua paku
menyelinap di sela dua rabu.

SBY MARET ’78

Sumber: Saujana (Yayasan Ladang Minor, Surabaya, 1978)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *