Puisi: Hiba Hatiku – Hamidah (1915-1953)

Hamidah (1915-1953)
Hiba Hatiku

Hiba-hibalah hatiku o, teman
Mendengar bunyi suling petani
Tengah langit disungkup awan
Sedang lengang kampung negeri.

Di dangau-dangau di tengah sawah
Di antara terang dengan tiada
Terbujur badan yang sedang payah
Payah rindu disiram duka.

Sesekali ditingkah keluh
Terhenti suling penambah rusuh
Teringat masa yang silam
Terkenang gurau nan lama.

Rasalah di sana badan
Di terang-terang cuaca
Kiranya terbujur badan
Tiada terasa kelamlah tiba.

Hiba-bibalah hatiku wai teman
Melihat burung terkurung
Pandang lepas ke balik awan
Terjerat badan termenung.

Kubanding diriku teman
Senasib kami berdua
Khayal menyingkap gumpalan awan
Amboi, perih pedih letihlah tiba.

Sumber: Pedoman Masyarakat, No. 33, Th. II, 30 September 1936; lewat Tonggak 1 (Gramedia, 1987).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *