Puisi: Keluhan Kalbu – Hamidah (1915-1953)

Hamidah (1915-1953)
Keluhan Kalbu

Memandang melati
Tersenyum seri
Disapu embun, bertatahkan muti
Membawa kenangan’ku beragam warni.

Kenangan melayang
Ke taman mayang
Diburu harum beralun-alun
Dicumbu angin gurau berpantun.

Terlena badan
Dirimbur angan
Serasa angan bersalin tubuh
Kiranya bayangan persona keluh.

Memandang bunga
Di taman Ibunda
Banyak terkulai lemah sayu
Termangu selalu ditampar mutu.

Daku tersedar
Sukma bergetar
Dari segi ratapan jiwa
Kugubahlah dia di “taman pujangga”

Gubahan berisi
“Keluhan” kalbi
Mengalir memenuhi rekaan kata
Dalam kegelapan malam duka.

Dengarlah angin membisikkan pesan
Pesan berlaun dari kuburan
“Berkembanglah wahai puspa rupawan
Membubung harum ke mega kebah’giaan”

Sumber: Pedoman Masyarakat, No. 39, Th. II, 18 November 1936; lewat Tonggak 1 (Gramedia, 1987).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *