Puisi: Kendiri – Hamidah (1915-1953)

Hamidah (1915-1953)
Kendiri

Tidak sebuah, satu pun tidak,
Yang boleh kuambil sebagai suri
Hanya jika sukma berkehendak,
Aku merayau seorang diri.

Kulagukan rubai beberapa kudapat
Indah merdunya aku ‘ndak tahu,
Tetapi kusangka tidak sebabat,
Dengan gentaran gerak sukmaku.

Serak dan tak berarti membuat bising
Tembangan direstui bisikan jiwaku,
O, aku tidak cuma kendiri hening,
Mencoba menyanyikan alur nasibku.

Dengan nyanyian nan serak bunyi
Kucoba menghiburkan hati bercinta
Di malam kelam sepi dan sunyi,
Lagu berdedai ke luar semata.

Aku tak malu, aku tak bosan,
Merenaikan lagu demikian-demikian,
Dari gentaran jiwa yang resan,
Aku kendiri – Itu Ikan jadi pedoman.

Entah laguku ada diminat,
Didengar barang sejenak lalu,
Aku ndak tahu, tak kuingat,
Tetapi kulagukan dengan tak malu…

Sumber: Pujangga Baru, No. 12, Th. I, Juni 1934, lewat Tonggak 1 (Gramedia, 1987)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *