Puisi: Merenungi Kesaktian Anak – Hamidah (1915-1953)

Hamidah (1915-1953)
Merenungi Kesaktian Anak

Anak menangis, terisak-isak,
Menahan sakit, menyenak badan,
Ibu duduk, tidak berasak,
Beserta bapa tersedan-sedan.

Anak menggeliat menahan sakit,
Tangan dan kaki tergapai-gapai,
Ibu melihat rongkongan tersepit,
Obat digosok bermacam rampai.

Anak mengerang tiada terhenti,
Nyawa di dada rupanya sesak,
Ibu memandang, napas terhenti,
Darah di dada, tampil menyesak.

O! Anak belahan nyawa,
O! Sayang si jantung hati,
Ibu dan bapa tentu kecewa,
Jika sayangku dahulu mati.

Sembuh jiwa, sembuhlah sayang,
Pindahkah sakit dari badanmu.
Ibu melihat, arwah melayang,
Mata kabur, pandangan semu.

Wahai, anak, kekasih bunda!
Ruh di dada hilang mengirap
Ibu melihat, berdebarlah dada,
Iman di badan, bergerap menyerap.

Sumber: Pujangga Baru, No. 1, Th. V, Juli 1937; lewat Tonggak 1 (Gramedia, 1987)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *