Puisi: Sorga Edisi Pagi – Yuswadi Saliya (l. 1938)

Yuswadi Saliya (l. 1938)

Sorga Edisi Pagi

Seorang pemotret mendatangi proyek irigasi.
Itulah air, lebih berharga daripada emas sepedati.
Segar bugar mengisi seluruh pembuluh-pembuluh bumi

Petani-petani mencelupkan kepalanya masing-masing ke dalam air,

menjunjung air dengan setiap helai rambutnya;
hampir tampak oleh mereka
betapa air berebut mengisi tangkai-tangkai padi
dan butir pari menggelembung bagai dipompa
dan matahari memasaknya dengan tangkas
mencelupnya dalam warna dan panas.

Kalau tiba senja bersila di beranda
terbukalah tangga keluarga ke sorga,
mereka berangkat tidur dengan kantuk yang matang,
mereka menguasai tanda-tanda alami dan segala masalah tanaman,

seperti seorang ibu akan perubahan-perubahan kandungan.

Seorang pemotret memasuki kamar gelapnya
mengembangkan kertasnya dan membuktikan
akan adanya sorga, terbuktilah ke-ada-annya,
terbuktilah semuanya melalui larutan-larutan.
Begitulah sorga tercipta di halaman koran edisi pagi.

Sumber: Horison, No. 3, Th. X, Oktober 1975 via Tonggak 2 (Gramedia, 1987)


2 thoughts on “Puisi: Sorga Edisi Pagi – Yuswadi Saliya (l. 1938)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *