Puisi: Fitnah Kekasih- Ari Pahala Hutabarat (l. 1975)

Ari Pahala Hutabarat (l. 1975)
Fitnah Kekasih

Katamu—namaku adalah lambat langkah jam
yang mengetuk-ngetuk gerbang kota
saat Sang Kekasih datang
dan mengalirkan air surga
dari ujung jari-jarinya

namun lambat langkah jam ini pula
yang membungkuk dan mencium lumpur
dari sisa sepatunya. Lambat langkah jam ini
yang membersihkan tempat tidurnya
dari kerumunan fitnah dan mata dan bibir
yang tak yakin bahwa sepasang ular derik
telah pula tiba di balai kota

katamu aliran air surga itu takkan mampu
menghilangkan dahagaku. Sebab fitnah
telah melapisinya
dengan semacam kulit licin
milik seorang nabi yang berkhianat

namun memang tak kuhirup air
dan harum surga itu. karena Sang Kekasih
telah membenamkan tubuhku
ke dalam tubuhnya
saat langkah jam termangu
di bibir purnama.

(2014)

Sumber: Lampung Post, Minggu, 14 September 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.