Beni R. Budiman (1965-2002)
Pastoral
Berdiri di Puntjak Pass menjelang pagi
Hasratku padamu bagai guguran kabut
Hanya sampai di pucuk-pucuk daun teh
Perasaan hijau dan gemerlap embun
Hadir di bukit-bukit rindu hatiku –
Fajar belum memulaskan warna kesabaran
Cahaya mobil sekali-kali berkilatan
Ada gemerutuk gigiku yang beradu dingin
Ada derik rem kendaraan samar-samar
Bersahut-sahutan mengikuti liukan
Jalan mendaki, jalan menurun hanya sebentar
Datar. Aku mesti menempuh, mesti memaknai
Di Puntjak Pass hasratku bagai nasib kabut
Sedang kau tumpuan bagi jatuhan-jatuhan lembutku
Kau pohon teh, air kali berbatu dan tanah merah!
Cianjur-Bandung, 1991.
Sumber: Dua Wajah (Himpunan Mahasiswa Civics Hukum, FP IKIP Bandung, 1992)
