Lima Paradigma Subagio Oleh Hasan Aspahani Pasal 1. Jangan menyekatkan perhatian hanya kepada diri sendiri. Penjelasan: Perhatikanlah diri kita, tapi perhatian kita jangan hanya tersekat pada kepada diri […]
Subagio Sastrowardoyo
Esai: Bicara tentang Sejarah Kritik Sastra
Catatan: Tampaknya majalah Horison sejak awal lahir dengan pikiran yang menyeluruh untuk mengembangkan kehidupan sastra yang sehat. Termasuk memikirkan dan mendudukkan fungsi kritik. Tulisan dan pemikiran tentang kritik yang […]
Esai: Bicara Tentang Kritik Sastra
Oleh Subagio Sastrowardoyo Catatan: Artikel ini disalin dari majalah Horison No. 6 Tahun 1966. Subagio Sastrowardoyo menganjurkan pentingnya penelusuran dan penulisan sejarah kritik sastra. Ia berpendapat bahwa kemantapan dan kesibukan […]
Puisi: Sajak yang Tak Peduli – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) sajak yang dewasa sudah tak peduli apakah aku menangis atau ketawa di muka cermin aku tak mengenal lagi ia bayangan siapa setiap hendak kutangkap ia lolos dari […]
Puisi: Mata Penyair – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) Ketika terbuka jendela, terdengar hirukpikuk kota. “Apa saja yang sudah kuberikan padamu,” kata penyair, “kecuali nyawaku ini yang teraniaya.” Rakyat yang miskin merangsak kemuka. “Kami […]
Puisi: Bulan Ruwah – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) Kubur kita terpisah dengan tembok tinggi Sebab aku punya Tuhan, dia orang kapir. Di yaumulakhir roh kita dari kubur akan keluar berupa kelelawar dan berebut menyebut nama […]
Puisi: Matinya Seorang Penyair – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) napas begitu tipis seperti kaca jangan dipecahkan dengan berkata-kata keheningan jadi pengiring paling setia bagi kelana di kelam buta hari kemarin sudah tiada betapa lama sebelum rela […]
Puisi: Ali Baba – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) Kata-kata sajak ini: uang panas yang kucuri dari gua penuh emas tercecer dari tangan seribu jari yang mendekap ke dada deras berdebar sambil berlari sebelum raksasa Penjaga […]
Puisi: Daerah Perbatasan – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) I Kita selalu berada di daerah perbatasan antara menang dan mati. Tak boleh lagi ada kebimbangan memilih keputusan : Adakah kita mau merdeka atau dijajah lagi. Kemerdekaan […]
