Junewal Muchtar (1956-2015) Lawen Legespun aku melayang layang dengan asap nirwanaku terus melayang layang membawa diriku ke luka lula lama yang tak ku baca pada sisa waktuku ke kubur kubur […]
Puisi
Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
Oleh Hasan Aspahani Kaum kesusasteraan yang merasa dirinya tertinggal dan tidak lagi mempunyai pandangan yang up-to-date dalam kesusateraan luar negeri bersicepat mencari buku-buku baru. – Asrul Sani dalam esai […]
Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
Moch Aldy MA Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? tubuh-tubuh tak bernama menangis hari ini. atau mungkin kemarin, aku tidak tahu. aku […]
Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)
Mardi Luhung (l. 1965)Ngagel Di kios majalah, kitab-kitab ramalan ditulis lewat tangan kiri, sedang yang kanan, mengutuki gambar porno serta sebungkus krupuk borak, udapan-makan-malam menu-campur-dari-pasar lalu, lewat […]
Puisi: Prediksi – Ilham Wahyudi (l. 1983)
Ilham Wahyudi (l. 1983)Prediksi “Ayo kocok lagi batu dadu itu!” ia berteriak.Ia merogoh saku celananya; meraba keberuntungan yang mungkin masih tersisa.Di seberang jalan seorang pengemis berlari mengendong ketakutan;segerombolan polisi pamong […]
Puisi: Tahu Tek – Ilham Wahyudi (l. 1983)
Ilham Wahyudi (l. 1983)Tahu Tek Ke Wonocolo aku kejar kauSungguhpun kerongkongankuMasih saja terpikat pada sengatRawit setan Batavia yang aduhaiLontong, tahu serta telurYang kau gunting-guntingTidak pernah menyangkaAkan sebegitu sukacitanyaDi antara lidah […]
Puisi: Bahwa Ia – Ilham Wahyudi (l. 1983)
Ilham Wahyudi (l. 1983)Bahwa Ia Bahwa ia jantung hatiku, boleh jadi.Bahwa ia saksi kunci yang kita cari, mudah-mudahanBahwa ia tuan pembuat roti, kalau-kalauBahwa ia buli-buli lima kaki, agaknya.Bahwa ia pembawa […]
Puisi: Kepada Laut -Nissa Rengganis (l. 1988)
Nissa Rengganis (l. 1988)Kepada Laut Tubuhku disandarkanDi tepi lautMemandang segala keluasan Tubuhku dilayarkanMenuju lautMencari asal mula air mata Tubuhku dikaramkanKe dasar lautMengekalkan keheningan 2018 Sumber: Suara dari Pengungsian (Langgam; Tasikmalaya; […]
Puisi: Seteru Kata- Iin Farliani (l. 1997)
Iin Farliani (l. 1997)Seteru Kata siapa yang berbaring sehitam malamroh batu menjemput pelapukan pasang deburterdengar di kejauhanseteru katamenenggelamkan dirinya ini udara matisebelum yang bersembunyibelajar terbang sebelum tajam sinarmemasuki bola matademi […]
