• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Beni R. Budiman

Puisi: Pastoral – Beni R. Budiman (1965-2002)

Posted on 29 September 202029 September 2020 by Editor

Beni R. Budiman (1965-2002)Pastoral Berdiri di Puntjak Pass menjelang pagiHasratku padamu bagai guguran kabutHanya sampai di pucuk-pucuk daun tehPerasaan hijau dan gemerlap embunHadir di bukit-bukit rindu hatiku –Fajar belum memulaskan […]

Posted in Puisi Tagged Beni R. Budiman, Puisi Leave a comment

Puisi: Sepanjang Namamu – Beni R. Budiman (1965 – 2002)

Posted on 29 September 202029 September 2020 by Editor

Beni R Budiman (1965 – 2002)Sepanjang Namamu 1Belum lengkap kusebut namamu. SedangkanFajar telah lama mekar. Kabut pagi terusBeringsut. Dan burung-burung bersiut-siutDi antara reranting nangka milik tetangga 2Mestinya telah kupanggil namamu […]

Posted in Puisi Tagged Beni R. Budiman, Puisi Leave a comment

Puisi: Korsel -Beni R Budiman (1965 – 2002)

Posted on 29 September 202029 September 2020 by Editor

Beni R Budiman (1965 – 2002)Korsel Bumi seperti tinggal sebesar korselBerputar di sebuah pesta pasar malamBergelombang di tengah tanah lapangDan kaki lima melingkar seperti ular Seperti gasing korsel pun mendesingDan […]

Posted in Puisi Tagged Beni R. Budiman, Puisi Leave a comment

Puisi: Karnaval – Beni R. Budiman (1965-2002)

Posted on 29 September 202029 September 2020 by Editor

Beni R Budiman (1965-2002)Karnaval Dengan pakaian berwarna kita bergaya.Beriring dalam barisan bebek. Kita kembali sebagai anakPada karnaval hari-hari besar. Wajah bercahayaMulut penuh gula-gula. Hari-hari tinggal canda Siapa punya air mata? […]

Posted in Puisi Tagged Beni R. Budiman, Puisi Leave a comment

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani