• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Esai

Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan

Posted on 23 April 2025 by Editor

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya; berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma; berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya; sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja — perahumu biar aku […]

Posted in Esai Tagged Esai Leave a comment

Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Posted on 23 April 202523 April 2025 by Editor

Oleh Hasan Aspahani Sebelum tintamu menjadi darah, kata-kata akan tetap sebagai bunyi; kebisingan lain di tengah hingar-bingar dunia: Deru mobil guntur meriam dan gunjing murah koran got (Saini KM “Kepada […]

Posted in Esai Tagged Esai Leave a comment

Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Posted on 24 Desember 202424 Desember 2024 by Editor

Tugas Seorang Penyair Oleh Hasan Aspahani Dunia rindu arti ingin ditangkap dalam kata puisi hidup yang nyata   (Sitor Situmorang, “Wajah Ch. A”, 1975-1979) SIAPAKAH penyair? Jawabannya bisa dirujukkan kepada […]

Posted in Esai Tagged Esai, Hasan Aspahani Leave a comment

Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis

Posted on 16 Desember 202416 Desember 2024 by Editor

Oleh Hasan Aspahani PADA abad ke-16 Hamzah Fansuri menulis 40 bait syairnya yang terkenal dengan nama “Syair Perahu” itu. Syair didaktis kepada orang muda itu memakai perahu sebagai tamsil diri […]

Posted in Esai Leave a comment

Esai: Pesona Daging Pipih Merah Jambu Berair

Posted on 13 Desember 202414 Desember 2024 by Editor

Oleh Hasan Aspahani MARI kita nikmati dahulu puisi Ilham Wahyudi “Tamsil” yang hendak kita bicarakan ini. Kepada puisi saya kerap kali datang dengan percaya diri berbekal sejumlah teori. Dengan sejumlah […]

Posted in Esai Tagged Esai, ilham wahyudi Leave a comment

Membaca “Seteru Kata”: Sebuah Permainan Pertaruhan

Posted on 3 Desember 202412 Desember 2024 by Editor

Oleh Hasan Aspahani BERKOMUNIKASI, upaya memanfaatkan bahasa itu, bisa juga dipandang sebuah pertaruhan dengan risiko antara bisa dimaknai atau gagal dimengerti. Risiko pertaruhan itu makin meningkat, dan permaiannya makin asyik, […]

Posted in Esai Leave a comment

Yang Kembali Menjadi Kapas Tuhannya

Posted on 19 Januari 202419 Januari 2024 by Juru Baca

PENYAIR Indonesia yang terdepan, selain menyumbangkan puisi-puisi yang memperkaya dan menambah keberagaman gaya ucap dan pendekatan atas tema, selalu memberi jejak berupa pemikiran tentang bahasa. Bahasa Indonesia, bagi para penyair […]

Posted in Dari Kami, Esai Leave a comment

Rendra Bilang Sajak Sapardi Cengeng dan Tak Ada Disiplin Artistik!

Posted on 23 September 202123 September 2021 by Editor

Rendra Bilang Sajak Sapardi Cengeng dan Tak Ada Disiplin Artistik! Oleh Hasan Aspahani Rendra dalam “Saya Punya Mental Juara”, wawancara dengan Hardi (Horison, November 1982), bilang, “… Saya kecewa, dengan […]

Posted in Esai Tagged Esai, Rendra, Sapardi Leave a comment

Menghindar dan Menghidupkan Metafora Mati

Posted on 15 September 202115 September 2021 by Editor

Peristiwa Metafora (3): Menghindar dan Menghidupkan Metafora Mati Oleh Hasan Aspahani KITA hidup dalam bahasa yang penuh metafora. Metafora hidup di dalam bahasa kita. Karena itu metafora juga bisa mati. […]

Posted in Esai Tagged Esai Leave a comment

Posts navigation

← Older posts

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani