• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)

Posted on 25 Agustus 202625 Agustus 2026 by Editor

Junewal Muchtar (1956-2015) Lawen Legespun aku melayang layang dengan asap nirwanaku terus melayang layang membawa diriku ke luka lula lama yang tak ku baca pada sisa waktuku ke kubur kubur […]

Posted in Puisi Tagged Junewal Muchtar, Puisi Leave a comment

Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Posted on 15 Desember 202415 Desember 2024 by Editor

Mardi Luhung (l. 1965)Ngagel Di kios majalah, kitab-kitab ramalan ditulis              lewat tangan kiri, sedang yang kanan, mengutuki gambar porno serta              sebungkus krupuk borak, udapan-makan-malam menu-campur-dari-pasar              lalu, lewat […]

Posted in Puisi Tagged Mardi Luhung, Puisi Leave a comment

Puisi: Prediksi – Ilham Wahyudi (l. 1983)

Posted on 14 Desember 202414 Desember 2024 by Editor

Ilham Wahyudi (l. 1983)Prediksi “Ayo kocok lagi batu dadu itu!” ia berteriak.Ia merogoh saku celananya; meraba keberuntungan yang mungkin masih tersisa.Di seberang jalan seorang pengemis berlari mengendong ketakutan;segerombolan polisi pamong […]

Posted in Puisi Tagged ilham wahyudi, Puisi Leave a comment

Puisi: Tahu Tek – Ilham Wahyudi (l. 1983)

Posted on 14 Desember 202414 Desember 2024 by Editor

Ilham Wahyudi (l. 1983)Tahu Tek Ke Wonocolo aku kejar kauSungguhpun kerongkongankuMasih saja terpikat pada sengatRawit setan Batavia yang aduhaiLontong, tahu serta telurYang kau gunting-guntingTidak pernah menyangkaAkan sebegitu sukacitanyaDi antara lidah […]

Posted in Puisi Tagged ilham wahyudi, Puisi Leave a comment

Puisi: Bahwa Ia – Ilham Wahyudi (l. 1983)

Posted on 14 Desember 202414 Desember 2024 by Editor

Ilham Wahyudi (l. 1983)Bahwa Ia Bahwa ia jantung hatiku, boleh jadi.Bahwa ia saksi kunci yang kita cari, mudah-mudahanBahwa ia tuan pembuat roti, kalau-kalauBahwa ia buli-buli lima kaki, agaknya.Bahwa ia pembawa […]

Posted in Puisi Tagged ilham wahyudi, Puisi Leave a comment

Puisi: Kepada Laut -Nissa Rengganis (l. 1988)

Posted on 13 Desember 202413 Desember 2024 by Editor

Nissa Rengganis (l. 1988)Kepada Laut Tubuhku disandarkanDi tepi lautMemandang segala keluasan Tubuhku dilayarkanMenuju lautMencari asal mula air mata Tubuhku dikaramkanKe dasar lautMengekalkan keheningan 2018 Sumber: Suara dari Pengungsian (Langgam; Tasikmalaya; […]

Posted in Puisi Tagged Nissa Rengganis, Puisi Leave a comment

Puisi: Seteru Kata- Iin Farliani (l. 1997)

Posted on 12 Desember 202415 Desember 2024 by Editor

Iin Farliani (l. 1997)Seteru Kata siapa yang berbaring sehitam malamroh batu menjemput pelapukan pasang deburterdengar di kejauhanseteru katamenenggelamkan dirinya ini udara matisebelum yang bersembunyibelajar terbang sebelum tajam sinarmemasuki bola matademi […]

Posted in Puisi Tagged Iin Farliani, Puisi Leave a comment

Puisi: Tengah – Tia Ragat (l. 1999)

Posted on 12 Desember 202412 Desember 2024 by Editor

Tia Ragat (l. 1999)Tengah di kamarku hanya ada sisa kayudan jaring laba-laba dan lemari lusuhdan gantungan baju yang bersulih jadi mimpi-mimpi sepiadan kolong tempat tidur menjelma hati sepikasur menyamar jadi […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, tia ragat Leave a comment

Puisi: Kayu Bakar Terlalu Basah – Ng. Lilis Suryani (l. 1996)

Posted on 12 Desember 202412 Desember 2024 by Editor

Ng. Lilis Suryani (l. 1996)Kayu Bakar Terlalu Basah Apa yang kau ingat dari kotak korek api yang aku kirimkan padamu tempo hari?Gambar burung perenjak di sekeliling gemintang tengadah seolah mencari […]

Posted in Puisi Tagged ng. lilis suryani, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani