Puisi: Pemeran Pengganti – Lucia Priandarini (l. 1984)

Lucia Priandarini (l. 1984)
Pemeran Pengganti

Senin pagi Robert mendapat bayaran sekaligus lebam di pelipis kanan
Upah jasa pemeran pengganti seorang pahlawan berjubah panjang
Film layar lebar yang ia tak yakin akan berusia panjang di bioskop
Bukan urusannya asal ia sudah dibayar.

Sabtu malam,
agen lain memintanya ke Taman Anggrek,
menggantikan kekasih yang pergi
Kliennya ingin aman dalam acara keluarga.

Rosa, kekasih dua jamnya, banyak bicara, anehnya sempurna
Hati Robert penuh, di mata Rosa seperti banyak bintang jatuh

Ini harus tampak nyata, perempuan itu berulang-ulang berbisik
Ini harusnya nyata, kata Robert dalam hati.

Mereka berpegangan tangan saling menyuapkan makanan
Pura-pura punya lagu-lagu kesayangan dan
tujuan wisata favorit, sudah janjian
Robert memetik gitar, Rosa menyanyi
Mereka tampak serasi, seperti pasangan-pasangan
yang membuat video cover lagu.

Bapak Rosa punya toko kertas,
ibunya manajer keuangan perusahaan Jepang
Rosa dropshipper pakaian-pakaian Korea
Pekerjaannya apa? Robert menjawab pemain film
Ia tidak bohong.

Sepertinya ibu Rosa menyukainya,
ia memaksa membekali Robert sekantong udang krispi
Bapaknya diam saja
Adiknya jelas menyukai petikan gitarnya
Sepupunya titip salam pada Iko Uwais
(Robert memang pernah satu film dengannya)

Pukul sembilan malam, kembali pulang
Rosa menepis tangan Robert yang membukakan pintu taksi.
Perempuan itu menutup pintu rumahnya begitu saja,
seolah tak ada apa-apa,
meski memang tak ada.

Hati Robert patah oleh angan-angannya sendiri,
berharap andai patah patah hati punya pemeran pengganti.


Sumber: Panduan Sehari-hari Kaum Intover dan Mager (Gramedia Pustaka Utama; Jakarta; 2021)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *