Ilham Rabbani (l. 1996) Adempauze : Cupak 1.Sebelum lelah, sebelum kalah,izinkan aku menyiapkan bekal:rotan yang tegak,kulit sapi mengering,ikat kepala yang menjerat penat. Aku malusebab labirin hidupmungkin tetap menolakmemberi ruang pijakbagi […]
Author: Editor
Puisi: Mempelajari Silsilah Api – Ilham Rabbani (l.1996)
Ilham Rabbani (l.1996) Mempelajari Silsilah Api : Lombok /1/Tetapi,setelah penaklukan itubukankah catatan keturunanhanyalah kitab lusuh, yang jatuh,kita pungut dan tafsiri,secara sendiri-sendiri? /2/Mempelajari silsilahialah menyepakatiakar sebagai permulaanyang menopang batang,ranting, juga daun-daun […]
Puisi: Ares Gawe – Ilham Rabbani (l.1996)
Ilham Rabbani (l.1996) Ares Gawe : Ungga Engkau tahu:sejak hari itu,jantung pisangtelah bergetar. Sebuah pisaubergerak mengirisbasah tubuhmu:pelan-pelan,ada yang mencacahsunyi di dadamusim. Langit akan penuh: panggilan,suara musik, dan bahasaorang-orang Selatan. Angin […]
Puitika: Metafora sebagai Majas
Metafora sebagai Majas Oleh Hasan Aspahani METAFORA. Pemadanan langsung satu hal dengan hal lain, atau melihat sesuatu dengan perantaraan sesuatu yang lain, tanpa menggunakan kata-kata hubung pembanding. Bila simile […]
Esai: Pantun yang Tak Mati Sebagai Tugu Zaman Lalu
Pantun yang Tak Mati Sebagai Tugu Zaman Lalu Oleh Hasan Aspahani “KAMI akui keindahan pantun dan syair, gurindam, tetapi tempatnya ialah zaman yang lalu. Dalam zaman ini tiada pada tempatnya!” […]
Puisi: Kota Embun dan Halimun – Oei Sien Tjwan (l. 1947)
Oei Sien Tjwan (l. 1947)Kota Embun dan Halimun suara harpa meliuk-liukberdentingmelintasi langitmerah mudaturun ke kota embundan halimundi sinibangau-bangaumenyerahkan cuaca dan kata-katapada getaran serulinganak-anak gembalaagardaun-daun tetap hijaubunga mekar pada tempatnyatak tergores […]
