Puisi: Bulan dari Balik Dinding Jakarta – Naning Scheid (l. 1980)

Naning Scheid (l. 1980)
Bulan dari Balik Dinding Jakarta

1/
Di Grogol Petamburan,
bulan separo manis berbiji,
dinding persegi empat pucat,
gambar awan di atap putih.
Sungai hitam dalam gelas, pekat
— seteguk hangat membasah gigi.
Histeris para neurosis —
dua butir thorazine,
beribu halusinasi kasih abadi.

2/
Bulan mengelupas di Cipinang,
dinding buram —
tongkat-tongkat penanda lima.
Petak berjeruji dua kali tiga
— berawan plastik.
Siluet kekasih tertikam tatapan dingin Sipir.
Pesakitan-pesakitan bermata elang,
lapar mengunyah mentah cinta
hingga berdarah.

3/
Dan siapa akan disalahkan ?
Bulan keriput bergelambir di Cipayung,
tongkat kaki empat,
demensia berkabut nostalgia.
Suster manis pada tanggal muda.
Keluarga?
— kata benda di Hari Raya.

Brussel, 2019

Sumber: Basabasi.co, 31 Desember 2019; Melankolia (Pustaka Jaya, 2020). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.