Puisi: Di Puncak Bukit Ilalang – Nyoman Wirata (l. 1957)

Nyoman Wirata (l. 1957)
Di Puncak Bukit Ilalang

Angin yang berbau cendana
membikin yang di padang-ilalang itu kesurupan
Upacara yang ada hanyalah upacara sepi
dan yang tertunduk dalam pandangan los
dibangkitkan ruhnya
Ya, angin berbau cendanalah yang bangkitkan
Tapi
ketika malam makin beringsut
angin lepas
bertiup
tak lagi berbau cendana
tapi lepas mendamprat
melarikan bisik
melahirkan hiruk
seluruh ilalang berteriak
gemanya meradang
Apa ada yang bankit malam ini?
Ya, ada
api yang dari pagi tadi
masih tak padam!

’82

Sumber: Naskah “Pekan Puisi 10 Kota”, DKJ, 1982.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.