Puisi: Di Hadapan Pedagang Panci Keliling – Ramoun Apta (l. 1991)

Ramoun Apta (l. 1991)
Di Hadapan Pedagang Panci Keliling

Dengan peribahasa yang lunak
Lidah ketimbang tahi gigi,
Kau bisikkan tentang panci baru ke telingaku.

Lalu gemuruh pesta seakan menemu goyang pinggul
Saat lagumu menemui titik-koma keunggulan produk itu.
Lalu sebelangan air susu seakan mengikis gurun pasir
Dan kemarau di dadaku saat tanda seru itu
Memberi tekanan pada lagumu.

Kau pastikan tak ada sembilu matahari
Di meja makan malam ini
Mengubah kembang tepung jadi pasir

Yang dapat merasuki hidungku
Dan memaksaku bergelung dengan kain setebal
Lima inci ke sudut kamar di malam Minggu
Bila aku menandai gayamu dengan kalimat aktif.

Ini kesempatan untuk memberi makan
Harimau yang bertahun hanya menemu
Sayur dalam diriku, katamu.

Kau lalu menawarkan sebilah
Kelaci apabila aku sedia membawa pulang
Lima paket sekali bungkus.

Kau beri bonus sebungkus sikat kawat
Sebagai penggerus bintik-bintik keraguan di lidah besi
Yang dapat mengubah kelezatan lemak
Menjadi susu basi.

Aku ingin membeli itu.
Namun aku hanya memiliki segelas kopi
Untuk pembayar hargamu.

— Tapi kau melirik ke arah nyala lampu di tumit sepatumu.

Muarabungo, 2016

Sumber: Koran Tempo, 5-6 November 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.