Puisi: Menjilat Lampu – F. Rahardi

F. Rahardi

lampu-lampu yang asin dan
lidah-lidah yang menyala telah
mulai menggaruk-garuk dirinya dengan
mata yang sudah benar-benar
putus asa
mulut yang selama ini resmi ditempeli
lidah; tidak dapat berbuat banyak
nyala; yang selama ini menempel pada
lampu tidak dapat berbuat banyak
sedikit
sedikit sekali yang dapat memahami hal ini
lidah-lidah lampu yang menyala dengan
asin
rasa putus asa yang gatal dan benar-benar
menempel
sedikit
sedikit sekali yang dapat menjilat-jilat
lampu

1975

Sumber: Horison, Juli 1977.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.