Puisi: Ziarah – Luthfi Mardiansyah (l. 1991)

Luthfi Mardiansyah (l. 1991)
Ziarah

Segala pemujaan ini,
sajak dan jejak
bakal berakhir di desir angin.

Kata-kata menjadi sepi,
semata hening
menindaki kecup detik
terjun ke muara diri,
pada pucuk keheningan
yang lain lagi.

Sampai di ujung kita tahu juga,
jalur buntu ini
jadi pintu pertama yang terbuka,
dan ada hidup lain lagi lebih abadi
di atas segalanya,
yang jemari syair tak bakal
sanggup menepi.
Sebatas perbandingan
tak sepadan.

Segala persembahan ini,
puisi dan sunyi
bakal berakhir dalam
sekap senyap.

Kata-kata meluntur
berlepasan,
sekadar sisa rindu
tak tersiasati lagi,
jadi duri di luka hati
paling berahi.

Sampai di puncak kita tahu juga,
ada langit, tiang-tiang
terpancang gaib, dan ada
yang lebih tinggi lagi
dari sekadar kata.

Tepi-tepi jangkauan
tak tergapai,
sebatas tangan
cuma menadah
sebatas penyair
bukan siapa,

pada akhirnya.

2012

Sumber: Sesaji Senyap (Garudhawaca, Yogyakarta, 2013)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.