• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Akhmad Nurhadi Moekri

Puisi: KA Ekspres Surabaya-Malang – Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954)

Posted on 24 Juli 2018 by Editor

Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) KA Ekspres Surabaya-Malang kereta api berseliweran dalam nadiku tanpa rel tanpa stasiun tanpa gerbong tanpa masinis tanpa loko tanpa gemuruh ~ kayak setan ~ menembus […]

Posted in Puisi Tagged Akhmad Nurhadi Moekri, Puisi Leave a comment

Puisi: The Sunan Hotel Solo – Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954)

Posted on 24 Juli 2018 by Editor

Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) The Sunan Hotel Solo hall penuh. dimampatkan iringan gamelan penerima tamu -tamunya bukan aku-. Tari Gambyong dan wali kota luluh dalam sorotan lampu. Mari kita […]

Posted in Puisi Tagged Akhmad Nurhadi Moekri, Puisi Leave a comment

Puisi: Saronen Nurhadi, 14 – Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954)

Posted on 24 Juli 2018 by Editor

Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) Saronen Nurhadi, 14 infus mengalirkan kenangan ke tubuhmu jadi imun sepertinya ada profil di sana mengembara di layar proyektor di layar syaraf di layar imajinasi […]

Posted in Puisi Tagged Akhmad Nurhadi Moekri, Puisi Leave a comment

Puisi: Saronen Nurhadi, 5 – Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954)

Posted on 24 Juli 2018 by Editor

Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) Saronen Nurhadi, 5 tengah malam angin melintasi jalannya sendiri seperti mimpi tanpa harus dibebani arti hidup biarkan menemukan takdirnya sendiri, lukisan menemukan warnanya sendiri, sajak […]

Posted in Puisi Tagged Akhmad Nurhadi Moekri, Puisi Leave a comment

Puisi: Aku Ketemu Monyet – Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954)

Posted on 24 Juli 201824 Juli 2018 by Editor

Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) Aku Ketemu Monyet 500 km dari rumah aku kehilangan orbit langit melayani kecepatan doa, kijang, jet, jerit, listrik aliran darah aliran sungai aliran mistis aku […]

Posted in Puisi Tagged Akhmad Nurhadi Moekri, Puisi Leave a comment

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani