• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: Pada Sudut Jalan – Theoresia Rumthe (l. 1983)

Posted on 5 September 20215 September 2021 by Editor

Theoresia Rumthe (l. 1983)Pada Sudut Jalan betapa aku merindukan hidup lambanseperti pohon yang tidak melakukan apa-apa.sepanjang hari berdiri tegak dan melamunhari-hari mengalir deras serta terjun bebastanpa ada yang menolongpada sudut […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Theoresia Rumthe Leave a comment

Puisi: Ketika Pulang Lagi ke Rumah Theoresia Rumthe (l. 1983)

Posted on 5 September 20215 September 2021 by Editor

Theoresia Rumthe (l. 1983)Ketika Pulang Lagi ke Rumah sudah berhari-hari inilaba-aba bertengger di bawah tiang listrikdaun pisang bergerak-gerak kena tiup angindaun pintu tidak pernah tertutup rapatmenguarkan aroma ibuyang sudah lama […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Theoresia Rumthe Leave a comment

Esai: Muhamad Yamin, Bahasa, dan Soneta

Posted on 16 Agustus 202116 Agustus 2021 by Editor

Muhamad Yamin, Bahasa, dan Soneta: Yang Menanam dan Memetik Cempaka   Oleh Hasan Aspahani   Beta bertanam bunga cempaka Di tengah halaman tanah pusaka, Supaya selamanya, segenap ketika Harum berbau, semerbak […]

Posted in Esai Tagged Esai, Muhammad Yamin, Puisi Leave a comment

Puisi: Replik – Yana Risdiana (l. 1974)

Posted on 15 Agustus 202115 Agustus 2021 by Editor

Yana Risdiana (l. 1974)Replik Mulanya sebuah suratYang tidak berbalas sepanjang tahunAku paham untuk menyimpannyaWalaupun bukan cintaAtau bekasnya. Seandainya ini peringatnAku ingin tetap seperti batuBersenang-senang dalam diamWalaupun ini serupa kehendakYang kelak […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yana Risdiana Leave a comment

Puisi: Pematang – Yana Risdiana (l. 1974)

Posted on 15 Agustus 202115 Agustus 2021 by Editor

Yana Risdiana (l. 1974)Pematang pematang-pematang yang patuh memanjangsebagian melengkung menakar kemiringan lempungmemilah batas-batas getas muruah dari beberan namayang berlapis orbit-orbit pencariannya lengan-lengan yang menjelajah keseimbangandi antara kubangan rangrangan dan sungai […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yana Risdiana Leave a comment

Puisi: Tangkisan Waktu – Yana Risdiana (l. 1973)

Posted on 13 Agustus 202113 Agustus 2021 by Editor

Yana Risdiana (l. 1973)Tangkisan Waktu Ia serupa kabut, luput terpegangMeski kepalan sudah membulatkan ruangDi ujung jurus terakhir. Ia bertahan denagn tubuh keluasanDan mengembang sampai tatapan terjauhmuMenangkap kesunyian yang berlapisBersih dari […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yana Risdiana Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani