Ilham Rabbani (l.1996) Ares Gawe : Ungga Engkau tahu:sejak hari itu,jantung pisangtelah bergetar. Sebuah pisaubergerak mengirisbasah tubuhmu:pelan-pelan,ada yang mencacahsunyi di dadamusim. Langit akan penuh: panggilan,suara musik, dan bahasaorang-orang Selatan. Angin […]
Puitika: Metafora sebagai Majas
Metafora sebagai Majas Oleh Hasan Aspahani METAFORA. Pemadanan langsung satu hal dengan hal lain, atau melihat sesuatu dengan perantaraan sesuatu yang lain, tanpa menggunakan kata-kata hubung pembanding. Bila simile […]
Esai: Pantun yang Tak Mati Sebagai Tugu Zaman Lalu
Pantun yang Tak Mati Sebagai Tugu Zaman Lalu Oleh Hasan Aspahani “KAMI akui keindahan pantun dan syair, gurindam, tetapi tempatnya ialah zaman yang lalu. Dalam zaman ini tiada pada tempatnya!” […]
Puisi: Kota Embun dan Halimun – Oei Sien Tjwan (l. 1947)
Oei Sien Tjwan (l. 1947)Kota Embun dan Halimun suara harpa meliuk-liukberdentingmelintasi langitmerah mudaturun ke kota embundan halimundi sinibangau-bangaumenyerahkan cuaca dan kata-katapada getaran serulinganak-anak gembalaagardaun-daun tetap hijaubunga mekar pada tempatnyatak tergores […]
Puisi: Burung Jenjang Putih – Oei Sien Tjwan (l. 1947)
Oei Sien Tjwan (l. 1947)Burung Jenjang Putih di kota letihmulut terkunci gerimis pagimatahari mengutuk kotapenduduk berselimut rapat-rapatcuma ada beberapa burung – jenjang putihsayapnya mengepak-epak sedihke setiap jendela, ke setiap kotaaku […]
Puisi: Gardu Puisi – Oei Sien Tjwan (l. 1947)
Oei Sien Tjwan (l. 1947)Gardu Puisi Aku mulai jarang pakai kata negeri.Ia terkesan angkuh, lebar dan sepi.Persoalan yang timbul,selalu berjebul tiada henti. Aku ingin kata gardu. Lebih kecil dari kata […]
Puisi: Mata yang Tak Takut – Tan Lioe Ie (l. 1958)
Tan Lioe Ie (l. 1958)Mata yang Tak Takut Saat lelahLangit leleh ke laut Tubuh kebasMenolak sentuh Ikan-ikan menggigilSeakan asing dari laut Dan senja menebar kabutBagi mata yang tak takut Sumber: […]
Puisi: Puisi – Tan Lioe Ie (l. 1958)
Tan Lioe Ie (l. 1958)Puisi Kantuk adalah kutuk bagi mata yang enggan pejamMata setajam mata elang menyambar segala yang jadi puisinafas penyair di mana kata-katamenggeliat hidup Bahkan setelah kau pejam […]
Puisi: Bangau Musim Semi – Oei Sien Tjwan (l. 1947)
Oei Sien Tjwan (l. 1947) Bangau Musim Semi Langit timurMenurunkan beberapa nafasnya ke sawah dan ladang membuat air terkejut gemetar dan berdenyutBeberapa anak katakBeberapa ikanMelompat riang Pintu musim semi dibukakan […]
