• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Improvisasi untuk Lagu Penguburan – Seno Gumira Ajidarma (l. 1958)

Posted on 25 April 201825 April 2018 by Editor

Seno Gumira Ajidarma (l. 1958) Improvisasi untuk Lagu Penguburan Pada hari libur aku menulis puisi, menyiram bunga mawar, bicara dengan kura-kura Lantas tidur siang. Pada hari libur, kulupakan Timor Timur […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Seno Gumira Ajidarma Leave a comment

Puisi: Trompet – Seno Gumira Adjidarma (l. 1958)

Posted on 25 April 201825 April 2018 by Editor

Seno Gumira Adjidarma (l. 1958) Trompet – Dili, 12 November 1991 “Seharusnya kutiup kau malam itu.” Supaya orang-orang yang terbunuh bangkit lagi dari kematian? “Seharusnya kutiup kau malam itu.” Supaya […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Seno Gumira Ajidarma Leave a comment

Puisi: Pagi – Seno Gumira Ajidarma (l. 1958)

Posted on 22 April 201826 April 2018 by Editor

Seno Gumira Ajidarma (l. 1958) Pagi tentang kabut, embun dan rumput tentang timur, angin dan matahari tentang desir, desau dan asap kemarin baru saja kau katakan : kita terlalu banyak […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Seno Gumira Ajidarma Leave a comment

Puisi: Nyalakan Terus – Anas Ma’ruf (1922-1980)

Posted on 18 April 2018 by Editor

Anas Ma’ruf (1922-1980) Nyalakan Terus Zaman mudaku masa ratapan Nasib berpalut duka kecewa Tercecer aku dalam perjuangan Merana dipalun hidup sengsara Sedang dirundung diarak untung Suluhku lah jauh berkelip di […]

Posted in Puisi Tagged Anas Ma'ruf, Puisi Leave a comment

Puisi: Dan Puisi – Refdinal Muzan (l. 1966)

Posted on 18 April 2018 by Editor

Refdinal Muzan (l. 1966) Dan Puisi Ia telah hadir sebelum ia engkau lahirkan Pergumulan waktu, suntingan melati di ubun-ubun hari kerontang langkah menyusuri tandus keangkuhan, bahkan dalam sepi yang terkurung […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Refdinal Muzan Leave a comment

Puisi: Mistis – Refdinal Muzan (l. 1966)

Posted on 18 April 2018 by Editor

Refdinal Muzan (l. 1966) Mistis Engkau membawaku dalam langkah kanak yang kosong Kesiur angin malam, rimba semak belukar Temaram separuh bulan nyanyian jangkrik dan kunang-kunang Kembang harum setanggi,sepercik darah, sesayat […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Refdinal Muzan Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani