Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Di Bawah Senyummu : untuk Inneke Soraya Amalia /1/Di bawah senyummukrisan merimbun;ujung lengkung daun,embun ngungun. Angan-angan angintugur di alis awan.Turun jadi tandanhujan. /2/Di bawah senyummuilalang meremang;buhul dibilas […]
Puisi: Ziarah – Luthfi Mardiansyah (l. 1991)
Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Ziarah Segala pemujaan ini,sajak dan jejakbakal berakhir di desir angin. Kata-kata menjadi sepi,semata heningmenindaki kecup detikterjun ke muara diri,pada pucuk keheninganyang lain lagi. Sampai di ujung kita […]
Puisi: Surah Alam – Luthfi Mardiansyah (l. 1991)
Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Surah Alam Tentang khusyu, tanyakan pada batu-batu, pada diamnya yangmerdu, zuhud yang tak diumbar. (1) Tentang kidung, tanyakan pada burung-burung, pada pangkur pagi di ranting, memberkahi hari […]
Puisi: Menjadi Senyap – Luthfi Mardiansyah (l. 1991)
Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Menjadi Senyap — sesaji kepada diri sendiri Aku ingin mencatat sesuatu sebelum aku tak dapat lagimengingat apa-apa; adalah sepasang mataMu, rubimatahari merah jambu, tergelincir di lekuk […]
Puisi: Dorothea – Luthfi Mardiansyah (l. 1991)
Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Dorothea Seorang sais unta,pada suatu pagimemasuki Dorotheadan mendapati empat menaramencium langit alumunium. Dulu aku datang ke kota inimanakala musim semi,dan jembatan-jembatan itu belum mati.Parit di bawahnya mengalirdengan […]
Puisi: Hesti Bulan Juni – Maulidan Rahman Siregar (l. 1991)
Maulidan Rahman Siregar (l. 1991)Hesti Bulan Juni Hesti tak pernah jadi abaditak pernah selesai ditulispuisi selalu ada kurangnyalagu-lagu nyaring kali sumbangnyacerpen makin panjang-panjangnovel selesai pada bab duabuku-buku dijual murahsudah murah, […]
