Oleh Hasan Aspahani Pure mathematics, in its way, is the poetry of logical ideas – Albert Einstein. ADA yang menetapkan mutu – sebut saja menghukum puisi sebagai karya yang […]
Esai
Esai: Menimbang Thukul: Sajak Melawan Kebisuan
Menimbang Thukul: Sajak Melawan Kebisuan Oleh Hasan Aspahani PENYAIR, kata Wiji Thukul dalam pengantar buku kumpulan sajak lengkapnya “Aku Ingin Jadi Peluru” (Indonesiatera, Cet. I 2000, Cet. II 2004), harus […]
Esai: Sastra yang Sehat dan Penyakit Puisi Esai
Oleh Hasan Aspahani MISALNYA, pada zaman yang sama dengan Chairil Anwar, hidup seseorang yang menulis puisi yang sangat bagus tapi dia tak pernah menyiarkan karya-karyanya hingga ia meninggal. Karyanya pun […]
Esai: Belajar Memungkinkan Kreativitas
Oleh Hasan Aspahani * Membaca lagi Kredo Sutardji Calzoum Bachri TAK banyak penyair Indonesia yang menurut saya sudah punya rumah dengan alamat yang pasti di negeri puisi Indonesia. Di antara […]
Esai: Puisi dan Bulu Kuduk – Acep Zamzam Noor
Puisi dan Bulu Kuduk Oleh Acep Zamzam Noor SEBAGAI seorang praktisi yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan sastra, barangkali cara saya menikmati puisi agak “ngawur” jika dibanding dengan mereka yang […]
Esai: Korie Layun Rampan dan Lengang Daerah Perpuisian
Oleh Hasan Aspahani I. ADA berita satu koloman di Kompas, 18 April 1978, hal. 7, berjudul: Buku Puisi. Isinya: Sebuah buku puisi telah terbit dengan judul “Sawan”. Penulisnya adalah […]
Esai: Yang Penting Kucinta Dayungmu yang Basah
Telaah Perpuisian D. Zawawi Imron Lewat Kumpulan Puisi “Kelenjar Laut” Oleh Hasan Aspahani Bertemu di muara, udara penuh celoteh Tapi tak ada orang yang menyebut tempat ini muara Terserah! […]
Esai: Kritik Sastra Indonesia Mencari Kambing Hitam
Oleh Dami N. Toda MEMBICARAKAN kritik sastra, tidak terlepas dari pengertian peran dan tujuannya terhadap karya sastra. Gayley dan Scott, misalnya menerangkan peran dan tujuan kritik sastra untuk “mencari kesalahan, […]
Esai: Penyair Sebagai Bendahara Sabda – Dick Hartoko (1922-2001)
Dick Hartoko (1922-2001) KEPADA penyairlah sabda itu diserahkan untuk dipelihara. Sabda itu lebih padat daripada gagasan saja: sabda adalah gagasan yang telah mendarah dan mendaging. Karena jiwa dan badan itu […]
