• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Penyair

Profil Penyair: Wing Kardjo Wangsaatmadja (1937-2002)

Posted on 10 Januari 201710 Januari 2017 by Editor

Oleh Dedy Tri Riyadi “SAYA menjadi tidak bisa membayangkan akan lahir lagi penyair setangguh Rustandi Kartakusumah, Wing Kardjo atau Karno Kartadibrata yang sanggup hidup membujang demi puisi,” ujar Acep Zamzam […]

Posted in Penyair Tagged Penyair, Wing Kardjo Leave a comment

Penyair: Darah dan Mantra Sutardji Calzoum Bachri

Posted on 29 Desember 201619 Januari 2024 by Editor

“SAJAK Sutardji menuntut permenungan yang dalam dan persediaan imajinasi yang kaya. Dunia sajak-sajaknya begitu kompleks, tidak bisa dirumuskan secara sederhana,” kata penyair Abdul Hadi WM, setelah membaca lagi sajak-sajak sahabatnya […]

Posted in Penyair Tagged Penyair, Sutardji Calzoum Bachri Leave a comment

Penyair: Imaji dan Permainan Makna Sapardi Djoko Damono

Posted on 29 Desember 201629 Desember 2016 by Editor

SEBAGAI penanda usianya yang panjang, yang pada tahun 2015 mencapai tiga perempat abad, Sapardi menerbitkan buku puisi Melipat Jarak. Buku itu berisi 75 sajak yang dipilih olehnya dan Hasif Amini. Sapardi adalah […]

Posted in Penyair Tagged Penyair Indonesia, Sapardi Djoko Damono Leave a comment

Penyair: Dalamnya Tikam Tempuling Rida K. Liamsi

Posted on 27 Desember 201629 Desember 2016 by Editor

H. RIDA K LIAMSI, lahir di Dabosingkep, Provinsi Kepulauan Riau, 17 Juli 1943. Rida K Liamsi yang bernama asli Ismail Kadir ini pernah menjadi Guru Sekolah Dasar pada rentang tahun […]

Posted in Penyair Tagged Penyair, Rida K. Liamsi Leave a comment

Posts navigation

Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani