Adin (l. 86)Suara Tiang Listrik Dinihari banyak yang padam selepas hujan dan badai yang gawattermasuk ponsel dan seluruh sinyalpadahal sedang kupencet semua tombolyang dulu pernah menghubungkan kita; sepasang penasaran yang […]
Puisi
Puisi: Masa Pramuka – Adin (l. 1986)
Adin (l. 1986) Masa Pramuka Jadi ingat masa pramuka: kalau bakarbakar jangan ditinggal pergitunggu sampai apinya matidi musim hujan begini tubuh gampang masuk angindan dingin menciutkan nyali menebar sayap tiarapseperti […]
Puisi: Tak Ada Orang di Rumah – Adin (l. 1986)
Adin (l. 1986) Tak Ada Orang di Rumah II setelah kuketuk pintu segera kumenyamar tamutak ada orang di rumahhanya ada kursi goyang yang mengangguk pelahansisasisa kemalasandan kenangan telah dikuburkan di […]
Puisi: Jalan-jalan – Ilham Rabbani (l.1996)
Ilham Rabbani (l.1996)Jalan-jalan 1.Gemeretak sendipada jari-jari:permainandari lempungdinding jantung. 2.Petualangan: sidik jariyang lekat dan lekas lenyappada sebidang layar:perpindahan panoramaterjadi dalam genggam.Jejak sepatulesap ke masa lalu. 3.Nalar yang ringkih:“Aku konsumtif,maka aku ada.” […]
Puisi: Adempauze – Ilham Rabbani (l. 1996)
Ilham Rabbani (l. 1996) Adempauze : Cupak 1.Sebelum lelah, sebelum kalah,izinkan aku menyiapkan bekal:rotan yang tegak,kulit sapi mengering,ikat kepala yang menjerat penat. Aku malusebab labirin hidupmungkin tetap menolakmemberi ruang pijakbagi […]
Puisi: Mempelajari Silsilah Api – Ilham Rabbani (l.1996)
Ilham Rabbani (l.1996) Mempelajari Silsilah Api : Lombok /1/Tetapi,setelah penaklukan itubukankah catatan keturunanhanyalah kitab lusuh, yang jatuh,kita pungut dan tafsiri,secara sendiri-sendiri? /2/Mempelajari silsilahialah menyepakatiakar sebagai permulaanyang menopang batang,ranting, juga daun-daun […]
Puisi: Ares Gawe – Ilham Rabbani (l.1996)
Ilham Rabbani (l.1996) Ares Gawe : Ungga Engkau tahu:sejak hari itu,jantung pisangtelah bergetar. Sebuah pisaubergerak mengirisbasah tubuhmu:pelan-pelan,ada yang mencacahsunyi di dadamusim. Langit akan penuh: panggilan,suara musik, dan bahasaorang-orang Selatan. Angin […]
Puisi: Kota Embun dan Halimun – Oei Sien Tjwan (l. 1947)
Oei Sien Tjwan (l. 1947)Kota Embun dan Halimun suara harpa meliuk-liukberdentingmelintasi langitmerah mudaturun ke kota embundan halimundi sinibangau-bangaumenyerahkan cuaca dan kata-katapada getaran serulinganak-anak gembalaagardaun-daun tetap hijaubunga mekar pada tempatnyatak tergores […]
Puisi: Burung Jenjang Putih – Oei Sien Tjwan (l. 1947)
Oei Sien Tjwan (l. 1947)Burung Jenjang Putih di kota letihmulut terkunci gerimis pagimatahari mengutuk kotapenduduk berselimut rapat-rapatcuma ada beberapa burung – jenjang putihsayapnya mengepak-epak sedihke setiap jendela, ke setiap kotaaku […]
