Puisi: Di Beranda Rumah, Sore Hari – Juniarso Ridwan

Juniarso Ridwan

bajuku bercerita tentang perselingkuhan suami-istri,
gara-gara noda lipstik pada kaos dalam; lalu erangan
jendela sampai terdengar ke pojok-pojok pasar. Di sini,
rumah tangga jadi kalut karena dililit piutang,
lalu radio pun menyimpan taman kota yang dipenuhi
gelandangan

Echa, sambil duduk mempermainkan gigi, dari tetangga
sebelah tercium aroma ikan asin; orang-orang sibuk
memasang umbul-umbul dan bendera warna-warni,
rumah pun jadi terasa asing. Gesekan daun cemara menerbitkan
luka di dalam hati,
ilalang mendadak tumbuh di pelupuk mata.

dalam rangkulan matahari sore, kursi-kursi membeku,
di meja kulit kacang berserakan, bunga-bunga mengering;
tiba-tiba aku ingin melupakan asal-usulku, ibu!

1995

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.