Puisi: Di Pasar, Ayah Menelepon – Karta Kusumah (l. 1989)

Karta Kusumah (l. 1989)
Di Pasar, Ayah Menelepon

ke pasar. ada banyak orang jual pakaian dan mainan.
aku mau beli perempuan bermata beku itu, ibu,
di rumah terlalu basah.
kau baru duapuluh tahun,
belum terbiasa memasak
dan mengawetkan luka.
di pasar, ibu membeli garam
duapuluh bungkus.
nanti di rumah kita keringkan
dan awetkan sobekan dada, ya.
dompetku tinggal menyimpan
duapuluh ribu, apa yang cukup dibeli selain
petasan dan kembang api.
aku mau tahun baru nanti malam.
biar waktu tak cepat tua dan karatan.
ih, bunyi deritnya mengganggu tidur ibu.
waktu terkadang berhenti,
padahal jam dinding sudah diganti baterai.
kita memang terkadang bosan,
diam-diam, memutar jam bolak-balik.
dari pasar, ibu membeli dompet
dengan sisa detik dan menit di urat nadi.
diam sekali.
hei, handphone bunyi, “di mana, ibu? kata ayah.
“halo, halo, siapa ayah?” kataku.

Jalan Dadok Raya, 2012

Sumber: Suara Merdeka, 9 Desember 2012

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.