Puisi: Hidangan – Ardy Kresna Crenata

Ardy Kresna Crenata

belum seorang pun merelakan tangannya
terjebak di sana. tiga butir telur. tiga warna langit.
di sebuah tubuh sebuah lorong
menganga dan sebongkah memar menguar darinya.
tiga butir telur. tiga wajah hancur. sesuatu yang tak pernah kita tahu
bersusah-payah mengabaikan keterasingannya
keterbuangannya keterasingannya keterbuangannya keterasingannya.
tiga butir telur. tiga mimpi lamur. sebuah tali menggantung
dari langit yang pahit
dari ujung yang jauh yang seperti memanggil-manggil seseorang
yang entah siapa yang entah seperti apa yang entah serupa apa.
tiga butir telur. tiga putih kabur. sesuatu terkait
seperti jam pada malam ketika dingin menghitam
ketika terang mengusam dan cahaya-cahaya lekas padam.
tiga butir telur. tiga luka sabur. aku berulang kali melukis matamu
pada langit itu pada tubuh itu pada piring itu
pada kanvas itu pada wajah itu pada taring itu pada kuning itu
pada biru itu pada hijau itu pada celah itu
pada gelap itu pada terang itu pada diriku yang kutahu
dan yang tak kutahu dan yang kubenci dan yang tak kubenci.
tiga butir telur. tiga doa lebur.
dan kita masih saja berusaha membaca tanda
yang lama tertinggal di sebuah entah.
di sebuah entah.

(Bogor, 20 Februari 2014)

Dari sebuah lukisan karya Salvador Dali—“Eggs on The Plate Without The Plate”.

Sumber: Koran Tempo, 1 Juni 2014

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.