Puisi: Jatitujuh – Heri Maja Kelana

Heri Maja Kelana
Jatitujuh

sejarah bukan hanya pada sawah. malam
yang hampir punah. atau burung-burung berpindah
ke kebun-kebun binatang. malam. tepat aku singgah
di kotamu. tak ada bulan. sungai mirip muntahnya
orang-orang serakah. malam: kotor dan busuk. padahal
orang-orang berbicara cinta. api menyala dari tungku surabi
seperti tak ada yang aneh. padahal disentri, demam berdarah kerap
menyerang kota ini. malam. begitu kiranya sejarah bukan hanya
pada sawah atau tujuh jati yang tinggal dua
malam. gelisah. sungai cimanuk tetaplah berwibawa
setelah menghanyutkan makam bagus rangin
leluhur jatitujuh, tempat orang-orang datang meminta
keselamatan atau asihan. sederhana. sangat sederhana

seperti kita mengagungkan cinta. sekedar malam

Sumber: Lambung Padi (Asasupi, Bandung; Cetakan : I, Maret 2013)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *