Puisi: Kaba dari Kampung – Harris Effendi Thahar (l. 1950)

Harris Effendi Thahar (l. 1950)
Kaba dari Kampung

tak gabak di hulu
tak cawang di langit
banjir melanda batang padi
dari bukit tak berkayu
dari lurah tak berbatu

ada tiung menghimbau di punggung kerbau
di sawah dekat surau
lepau kopi nan sepi di pagi hari
tersebab kerja menanti

radio dan televisi
dari lepau ke rantau
dari bimas ke inpres
dari kubangan kerbau ke hutang bank
keluntang lesung telah berhenti
ada mesin mengganti
sampai pedati tak diperbaiki lagi

gadis siapa mati tertabrak honda?

ada saluang di kebun cengkeh
menunggu panen
menunggu mempelai dalam gunjingan

menantu si anu guru randai
menanti si ani guru mengaji
menantu si polan insinyur jalan
si buyung dari rantau bawa bini

kelelawar bersarang di rumah gedang nan lah lekang
di anjung perabung burung murai singgai tiap petang
menyanyikan lagu pelayaran tujuh gunung
tersebab dek kinantan tak pulang-pulang
entah tewas di gelanggang
entah terkurung di kandang orang

datuk nan gedang di rantau
membangkit gadai
tanah pekuburan
b o d i    c a n i a g o     dan    k o t o    p i l i a n g

1977

Sumber: Lagu Sederhana Merdeka (Penerbitan keduapuluh lima Puisi Indonesia, dibantu oleh Bidang Kesenian Kanwil Dep. P & K Sumatera Barat, dan Pusat Kesenian Padang; 1979)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.