Puisi: Kemudian Senyap, Kemudian Gelap – Linus Suryadi AG (1951-1999)

Linus Suryadi AG (1951-1999)

Kemudian senyap, kemudian gelap
engkau berjalan demikian tegap
Jika hari, engkau tahu, berayun
dalam lena kabut-kabut terbantun

Jatuh di tanah-tanah yang anggun
jatuh kita yang sangsi: Kenapa di sini
Kenapa engkau dan aku bersendiri
suara pun menebak: suaramukah ini?

1971

Sumber: Tirta Kamandanu: 104 sajak pilihan 1971-1996 (Yayasan untuk Indonesia, Yogyakarta, 1997)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.