Puisi: Kucing Rumah Tangga – Aksan Taqwin Embe

Aksan Taqwin Embe
Kucing Rumah Tangga

sebagai petanda
kucing-kucing rumah tangga
tak berani keluar rumah. mereka bersembunyi
di bawah meja. diam di kolong ranjang
seperti sedang terkepung.
diam dan tercenung.

kucing mencuri pandang
kelambu yang disingkap tuan. di luar kabut menebal.
mata kucing pedih tak bisa
mencipta cahaya. memburu tubuh
dan harapan setiap waktu.

api membara. pohon-pohon belantara.
lenyap seketika. keburukan mata adalah kabut
yang merata kemudian menyelinap ke rumah-rumah.
penuh ke lorong basah, jalan raya dan sampai tempat
awal kita bercinta.

sebagai peringatan yang diam
semestinya rumah adalah tempat pulang
melegakan dada. tertawa melenyapkan kelelahan
seperti kucing akan bahagia makan
ikan yang kering. berak di pasir belakang rumah.
dan nyatanya rumah kini menjadi
kekesalan dan dendam kepada tanah.

sebagai jalan
kabut menyelinap di dalam tubuh
tubuh kucing rumah tangga.
tubuh-tubuh yang kering dan balita

tak akan pernah kita ketahui.
sampai kapan pun. siapa yang memantik api
untuk mengusir kucing rumah tangga?

Tangerang Selatan, 2019

Sumber: www.biem.co, 26 Oktober 2019

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.